Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
20:20
Kemenprin Menjamin ketersedian bahan makanan jelang Idul Fitri
Written By tpq-rm.blogspot.com on Jumat, 24 Juni 2016 | 20:20
Kementerian Perindustrian menjamin ketersediaan stok bahan makanan untuk masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri 1427.
"Mestinya harga dan distribusi terjamin, saya rasa harusnya nggak ada masalah buat kebutuhan masyarakat," kata Menperin Saleh Husin saat meninjau bazaar minyak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (24/6) yang diselenggarakan oleh pemerintah dan Sinar Mas.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan kebutuhan pokok selama bulan puasa hingga Lebaran.
Pemerintah mendorong produsen, khususnya minyak goreng, untuk terus mendistribusikan produknya agar tidak ada gejolak sehingga mengganggu harga.
"Saya sudah memberikan surat edaran kepada kepala daerah agar bersama para produsen menjaga kestabilan minyak goreng."
Bazaar minyak goreng yang diadakan oleh Sinar Mas ini menerapkan sistem kupon dan berharga 50 persen dari harga pasar.
Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto mengatakan lebih dari 10 ribu liter minyak goreng disalurkan di dua acara yang berbeda di Kendal.
“Selama ini kami telah memberikan dukungan bagi rangkaian kegiatan bazar, yang hingga tahun ini telah berhasil menyalurkan sebanyak 30 juta liter minyak goreng bagi masyarakat di berbagai daerah,” kata dia.
Hingga saat ini, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 310 ribu liter minyak goreng kemasan.
Pada kesempatan tersebut, selain meninjau bazar, Menteri Saleh juga menyerahkan Al Qur’an dan Juz’amma secara simbolis masyarakat. Jumlah Al Qur'an yang diwakafkan Sinar Mas sebanyak 200 buah dan Juz'Amma mushaf Al Qur'an 50 buah.
"Mestinya harga dan distribusi terjamin, saya rasa harusnya nggak ada masalah buat kebutuhan masyarakat," kata Menperin Saleh Husin saat meninjau bazaar minyak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Jumat (24/6) yang diselenggarakan oleh pemerintah dan Sinar Mas.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan kebutuhan pokok selama bulan puasa hingga Lebaran.
Pemerintah mendorong produsen, khususnya minyak goreng, untuk terus mendistribusikan produknya agar tidak ada gejolak sehingga mengganggu harga.
"Saya sudah memberikan surat edaran kepada kepala daerah agar bersama para produsen menjaga kestabilan minyak goreng."
Bazaar minyak goreng yang diadakan oleh Sinar Mas ini menerapkan sistem kupon dan berharga 50 persen dari harga pasar.
Managing Director Sinar Mas G. Sulistiyanto mengatakan lebih dari 10 ribu liter minyak goreng disalurkan di dua acara yang berbeda di Kendal.
“Selama ini kami telah memberikan dukungan bagi rangkaian kegiatan bazar, yang hingga tahun ini telah berhasil menyalurkan sebanyak 30 juta liter minyak goreng bagi masyarakat di berbagai daerah,” kata dia.
Hingga saat ini, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 310 ribu liter minyak goreng kemasan.
Pada kesempatan tersebut, selain meninjau bazar, Menteri Saleh juga menyerahkan Al Qur’an dan Juz’amma secara simbolis masyarakat. Jumlah Al Qur'an yang diwakafkan Sinar Mas sebanyak 200 buah dan Juz'Amma mushaf Al Qur'an 50 buah.
Label:
Ekonomi
14:39
Pemerintah Kab. Jember Gelar Bazar Murah Di 12 Titik
Written By tpq-rm.blogspot.com on Senin, 20 Juni 2016 | 14:39
Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pasar murah di 12 kecamatan sejak
Minggu (19/6/2016). Tak ada kekhawatiran bakal dimanfaatkan spekulan.
Dua belas kecamatan itu adalah Jenggawah, Tempurejo, Silo, Mumbulsari, Sumberjambe, Ledokombo, Jelbuk, Sukowono, Pakusari, Patrang, Sukorambi, dan Panti. "Dua belas titik ini didasarkan pada hasil diskusi bersama teman-teman di wilayah, camat dan kepala desa. Selain itu, yang dijadikan pertimbangan adalah kantong-kantong golongan masyarakat kurang beruntung memang berada di sana," kata Pelaksan Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember M. Djamil.
Djamil tidak cemas soal kemungkinan spekulan bermain. "Dalam pasar murah ini kami bekerjasama dengan aparat wilayah, camat dan kades, yang tentu dalam menginformasikan kepada calon konsumen lebih selektif, lebih paham. Kami juga membatasi jumlah pembelian, sehingga mereka kalau mau melakukan pembelian, harus mengerahkan sumber daya sebesar-besarnya. Kalau dari segi waktu dan even pasar murah, kemungkinannya sangat kecil," jelasnya.
Pemkab Jember mengajak pengusaha untuk bergabung. Kebanyakan yang dijual dalam pasar murah ini adalah bahan kebutuhan pokok seperti gula, beras, minyak, kue, tepung, dan konveksi. Ada pula telur, bawang merah, dan bawang putih. "Kami ingin membantu golongan ekonomi termarjinalkan supaya bisa menikmati Ramadan dan lebaran," kata Djamil.
Pabrik Gula Semboro menyuplai 12 ton gula dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Sementara Badan Urusan Logistik menyuplai lima ton beras setiap titik dan total 10 ton gula.
Dua belas kecamatan itu adalah Jenggawah, Tempurejo, Silo, Mumbulsari, Sumberjambe, Ledokombo, Jelbuk, Sukowono, Pakusari, Patrang, Sukorambi, dan Panti. "Dua belas titik ini didasarkan pada hasil diskusi bersama teman-teman di wilayah, camat dan kepala desa. Selain itu, yang dijadikan pertimbangan adalah kantong-kantong golongan masyarakat kurang beruntung memang berada di sana," kata Pelaksan Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember M. Djamil.
Djamil tidak cemas soal kemungkinan spekulan bermain. "Dalam pasar murah ini kami bekerjasama dengan aparat wilayah, camat dan kades, yang tentu dalam menginformasikan kepada calon konsumen lebih selektif, lebih paham. Kami juga membatasi jumlah pembelian, sehingga mereka kalau mau melakukan pembelian, harus mengerahkan sumber daya sebesar-besarnya. Kalau dari segi waktu dan even pasar murah, kemungkinannya sangat kecil," jelasnya.
Pemkab Jember mengajak pengusaha untuk bergabung. Kebanyakan yang dijual dalam pasar murah ini adalah bahan kebutuhan pokok seperti gula, beras, minyak, kue, tepung, dan konveksi. Ada pula telur, bawang merah, dan bawang putih. "Kami ingin membantu golongan ekonomi termarjinalkan supaya bisa menikmati Ramadan dan lebaran," kata Djamil.
Pabrik Gula Semboro menyuplai 12 ton gula dengan harga Rp 12 ribu per kilogram. Sementara Badan Urusan Logistik menyuplai lima ton beras setiap titik dan total 10 ton gula.
Label:
Ekonomi
09:16
M Fajar MartaPerkembangan Kredit UMKM
M Fajar MartaPerbandingan bunga kredit
UMKM dan ketidakberdayaannya
Written By tpq-rm.blogspot.com on Kamis, 09 Juni 2016 | 09:16
Dari total pekerja di Indonesia yang mencapai 110 juta orang, sekitar 107 juta orang masuk dalam struktur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.
Ini berarti porsi orang yang bekerja sebagai UMKM mencapai sekitar 97,3 persen.
Dengan kata lain, hanya 2,7 persen pekerja dengan jumlah sekitar 3 juta orang yang bekerja pada perusahaan-perusahaan atau korporasi besar.
Siapa saja mereka yang masuk golongan UMKM?
Para petani, nelayan, penjual warteg, pedagang pasar, pemulung, buruh bangunan, tukang ojek tentu merupakan golongan UMKM.
Mereka merupakan para pelaku usaha mikro atau orang-orang yang bekerja di sektor informal.
Orang-orang yang membuka toko, pabrik, industri pengolahan skala kecil hingga menengah juga masuk dalam golongan UMKM.
Sebagian usaha kecil dan menengah, ada yang sudah berbentuk badan usaha, seperti koperasi, yayasan, Commanditaire Vennootschap (CV) atau bahkan Perusahaan Terbatas (PT).
Jika sudah berbentuk badan usaha, maka dikategorikan sebagai sektor formal.
Berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM, yang tergolong UMKM adalah usaha dengan kekayaan bersih maksimal Rp 10 miliar di luar tanah dan bangunan atau memiliki omzet maksimal Rp 50 miliar per tahun.
Jika suatu usaha memiliki kekayaan di atas Rp 10 miliar atau omzetnya di atas Rp 50 miliar, maka usaha tersebut digolongkan sebagai perusahaan atau korporasi besar.
Perusahaan-perusahaan besar ini biasanya berpusat di Jakarta.
Bank-bank besar seperti BRI, Mandiri, BCA masuk dalam kategori perusahaan besar.
Perusahaan-perusahaan semacam Telkom, Unilever, Indofood, Astra, Ciputra tentu juga tergolong sebagai korporasi besar.
Orang-orang yang bekerja pada perusahaan-perusahaan besar digolongkan sebagai pekerja sektor formal.
Karena jumlah orang yang bekerja pada UMKM banyak, tak aneh jika jumlah UMKM sebagai unit usaha juga banyak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Indonesia mencapai 56,5 juta. Jika dirata-rata maka satu unit UMKM memiliki dua pekerja.
Suami istri yang bahu membahu mengelola sawah mereka di desa bisa dikatakan sebagai satu unit UMKM dengan dua pekerja.
Begitu pula, pasutri yang bergantian menjual cabai di pasar becek.
Mereka-mereka itu tergolong sebagai usaha mikro.
Sementara unit usaha yang masuk kategori skala kecil dan menengah biasanya memiliki tenaga kerja 5 sampai 100 orang.
Bagaimana dengan jumlah korporasi?
Ternyata jumlah unit usaha korporasi besar hanya sekitar 8.000 perusahaan.
Artinya, dilihat dari jumlah unit usahanya, porsi UMKM mencapai lebih dari 99,9 persen dari total unit usaha di Indonesia.
Permodalan
Sayangnya, produktifitas UMKM tidak linier dengan jumlah usaha dan pekerjanya.
Dilihat dari sumbangan terhadap produk domestik bruto (PDB), porsi UMKM hanya sekitar 59 persen.
Artinya, dengan porsi unit usaha sebesar 99,9 persen, porsi tenaga kerja sebesar 97,3 persen, UMKM hanya bisa menyumbang 59 persen PDB.
Sebaliknya, dengan porsi unit usaha hanya 0,01 persen, porsi tenaga kerja hanya 2,7 persen, korporasi besar bisa menyumbang 41 persen PDB.
Ini berarti produktifitas UMKM di Indonesia masih sangat rendah.
Mengapa produktifitas UMKM rendah?
Selain persoalan efisiensi, efektifitas, dan kemampuan berusaha, sektor UMKM ternyata juga lemah dalam permodalan.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2016, posisi kredit UMKM sebesar Rp 738 triliun atau hanya 18,45 persen dibandingkan total kredit perbankan yang mencapai Rp 4.000 triliun.
Artinya, dengan porsi pekerja 99,9 persen, porsi kredit yang diterima UMKM hanya 18,45 persen.
Sementara korporasi, dengan porsi pekerja hanya 2,7 persen, mendapatkan porsi kredit sekitar 81,55 persen.
Mengapa porsi kredit UMKM relatif kecil dibandingkan potensinya?
Ternyata, dari 56,5 juta UMKM, yang mendapatkan kredit sekitar 15,6 juta unit atau hanya 27,6 persen.
Artinya, sekitar 40 juta UMKM, yang hampir semuanya tergolong usaha mikro, tidak pernah mendapatkan dukungan permodalan dari bank.
Mereka-mereka yang tidak pernah mendapatkan kredit dari bank itu antara lain sebagian besar dari para petani, sebagian besar dari nelayan, tukang ojek, buruh bangunan, penjual warteg dan semacamnya.
Mereka umumnya berusaha dengan memutar uang sendiri, uang pinjaman dari tetangga dan saudara, atau meminjam dari tengkulak dengan bunga mencekik leher.
Pendek kata, pelaku usaha mikro tidak memiliki dana untuk mengembangkan usaha. Akhirnya, usaha mereka stagnan, hanya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.
Nah, kredit dari bank sebenarnya bisa membantu usaha mikro melepaskan diri dari jerat kemiskinan.
Namun sayangnya, masih banyak bank yang enggan masuk ke sektor mikro karena dianggap berisiko serta membutuhkan sumber daya besar dan keahlian khusus.
Dukungan
Pemerintah dan OJK sejauh ini cukup gencar mendorong penyaluran kredit ke sektor mikro.
Salah satu program pemerintah adalah memberikan subsidi bunga untuk kredit mikro yang dinamakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Bunga KUR saat ini dipatok sebesar 9 persen per tahun.
Jika dibandingkan bunga pasar untuk kredit mikro yang sekitar 19 persen per tahun, maka ada selisih sekitar 10 persen poin.
Selisih itulah yang merupakan subsidi dari pemerintah.
OJK, bersama bank-bank juga gencar mempromosikan program Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
Program ini bertujuan menyediakan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.
Dengan strategi ini, bank bisa menjangkau pelaku-pelaku usaha mikro di berbagai pelosok Indonesia.
Awalnya, pelaku usaha mikro digandeng untuk menjadi nasabah bank dengan cara menabung.
Lama kelamaan, jika dinilai memiliki prospek usaha yang bagus, bank akan menawarkan kredit kepada pelaku usaha mikro bersangkutan.
Namun, pemberian kredit belum cukup untuk menciptakan pelaku-pelaku usaha mikro yang tangguh.
Pemerintah juga harus intensif memberikan pelatihan manajemen, keuangan, akses pasar kepada mereka.
Dengan memberdayakan UKMK, khususnya usaha mikro, maka pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia akan meningkat signifikan.
Saat ini, pembagian kekayaan di Indonesia sangatlah timpang.
Produksi nasional sekitar Rp 6.785 triliun harus dibagi untuk sekitar 107 juta pekerja, sementara hasil produksi sekitar Rp 4.715 triliun hanya dinikmati oleh segelintir pemilik korporasi-korporasi besar yang jumlahnya tak sampai 10.000 orang.
Kita tentu tak ingin ketimpangan yang dahsyat itu terus berlangsung di Indonesia.
Satu-satunya cara adalah dengan memberdayakan UMKM khususnya usaha mikro, agar mereka bisa mendapatkan hak yang semestinya di negeri ini.
Penulis : Fajar Marta
Label:
Ekonomi
20:34
Focus Group Diskusi (FGD) Putaran X yang dilaksanakan di Hotel Aston, Rabu, 08 Juni 2016, dengan tema "Mengurai benang Kusut Badan Kredit Desa (BKD) di hadiri oleh beberapa tokoh yang berkompeten dalam konstek pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Tokoh yang hadir dalam FGD tersebut, kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Siswono, Dari Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, Bambang Sunggono Staff Ahli DPRD Jember, dan beberapa tokoh dari LSM dan para Pakar lainnya. Diskusi yang dilaksanakan di Hotel Aston, dihadiri kurang lebih dari 50 audien, mulai dari para dpejabat daerah Jember, tokoh masyarakat, dan para mahasiswa. Pembahasan tentnag BKD yang dilaksanakan mulai jam 15.30 tadi mencoba untuk mengurai tentang keberadaan BKD yang masihg simpang siur, terutama pada aspek badan hukum dari BKD itu sendiri, smentara itu Otoritas Jasa Keuangan yang masih di bilang baru menerima amanah dari Bank Indonesia (BI) dan berfungsi sebagai badan pengawas dan pembimbing dari keberadaan BKD itu sendiri.
Mengurai Benang Kusut Badan Kredit Desa (BKD) Terhadap Proses Pembangunan Ekonomi Kerakyatan
Written By tpq-rm.blogspot.com on Rabu, 08 Juni 2016 | 20:34
Focus Group Diskusi (FGD) Putaran X yang dilaksanakan di Hotel Aston, Rabu, 08 Juni 2016, dengan tema "Mengurai benang Kusut Badan Kredit Desa (BKD) di hadiri oleh beberapa tokoh yang berkompeten dalam konstek pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Tokoh yang hadir dalam FGD tersebut, kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Siswono, Dari Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, Bambang Sunggono Staff Ahli DPRD Jember, dan beberapa tokoh dari LSM dan para Pakar lainnya. Diskusi yang dilaksanakan di Hotel Aston, dihadiri kurang lebih dari 50 audien, mulai dari para dpejabat daerah Jember, tokoh masyarakat, dan para mahasiswa. Pembahasan tentnag BKD yang dilaksanakan mulai jam 15.30 tadi mencoba untuk mengurai tentang keberadaan BKD yang masihg simpang siur, terutama pada aspek badan hukum dari BKD itu sendiri, smentara itu Otoritas Jasa Keuangan yang masih di bilang baru menerima amanah dari Bank Indonesia (BI) dan berfungsi sebagai badan pengawas dan pembimbing dari keberadaan BKD itu sendiri.
Menurut Kepala OJK Jember " keberadaan BKD sangat membutuhkan terhadap peran para pihgak, terutama pewmerintah daerah sebagai pemangku kebijkan dalam proses-proses pembangunan ekonomi yang berbasis kerakyatan". Keberadaan BKD yang ada di Jember yang masih dal;am kategori aktif sebanyak 234 BKD yang dikeluarkan oleh PJOK pada tahun 2014, karena informasi keberadaan BKD masih simpang siur di daerah jember, sementara BKD yang pasih sebanyak 66 BKD, sehingga tugas dan peran pemerintah untuk mengawasi dan mengontrol keberadaan BKD itu sendiri dalam proses-proses pembangunan perekonomian yang berbasis kerakyatan, terutama di daerah kabupaten Jember.
Beberapa hal yang perlu segera di selesaikan dalam mengurai benang kusust keberadaan BKD, pertama adalah keberadaan badan hukum BKD, dan kedua berkaitan dengan politik anggaran dari BKD itu sendiri.
Kepala OJK menambahkan, terkait dengan aset BKD di kabupaten Jember, secara keseluruhan mencapai 32,671 Milyar, dan selama ,ini persepsi dari keberadaan BKD masih dianggap milik BRI.
Acara FGD Putaran X ini ditutup dengan berbuka bersama, dan menambah keakraban di bulan ramadhan ini.
Label:
Ekonomi,
Sosial Budaya
19:55
Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki stok daging sebanyak 80.000 ton
dan jumlah tersebut diyakini cukup umtuk memenuhi kebutuhan masyarakat
sampai usai Lebaran pada Juli mendatang.
"Stok daging tersimpan di gudang Bulog di seluruh divre (divisi regional) di seluruh Indonesia," kata Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, di sela kunjungan Ketua DPR RI Ade Komarudin dan rombongan ke gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa.
Menurut Wahyu, daging sebanyak 80.000 ton itu sebagian besar adalah daging impor dari Australia.
Menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga daging naik sampai melampaui Rp100.000 per kg.
Guna mengatasi kenaikan harga daging, menurut Wahyu, Bulog melakukan operasi pasar murah harga daging, ke pasar-pasar tradisonional.
"Harga daging untuk operasi pasar murah Rp80.0000 per kg," katanya.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menambahkan, persoalan stok dan konsumsi daging, masih seperti obat sakit kepala, hanya solusi jangka pendek.
Menurut dia, impor daging yang dilakukan pemerintah ternyata belum mampu menekan kenaikan harga daging sapi.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan untuk mengatasi persoalan daging, perlu perbaikan aturan dan tata niaga daging.
Stok Daging Sapi hanya sampai pada Lebaran
Written By tpq-rm.blogspot.com on Selasa, 07 Juni 2016 | 19:55
Badan Urusan Logistik (Bulog) memiliki stok daging sebanyak 80.000 ton
dan jumlah tersebut diyakini cukup umtuk memenuhi kebutuhan masyarakat
sampai usai Lebaran pada Juli mendatang."Stok daging tersimpan di gudang Bulog di seluruh divre (divisi regional) di seluruh Indonesia," kata Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, di sela kunjungan Ketua DPR RI Ade Komarudin dan rombongan ke gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Selasa.
Menurut Wahyu, daging sebanyak 80.000 ton itu sebagian besar adalah daging impor dari Australia.
Menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga daging naik sampai melampaui Rp100.000 per kg.
Guna mengatasi kenaikan harga daging, menurut Wahyu, Bulog melakukan operasi pasar murah harga daging, ke pasar-pasar tradisonional.
"Harga daging untuk operasi pasar murah Rp80.0000 per kg," katanya.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Viva Yoga Mauladi menambahkan, persoalan stok dan konsumsi daging, masih seperti obat sakit kepala, hanya solusi jangka pendek.
Menurut dia, impor daging yang dilakukan pemerintah ternyata belum mampu menekan kenaikan harga daging sapi.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan untuk mengatasi persoalan daging, perlu perbaikan aturan dan tata niaga daging.
Label:
Ekonomi
08:39
1. Neo Klasik
Berwirausaha Untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Written By tpq-rm.blogspot.com on Jumat, 03 Juni 2016 | 08:39
A. PENGERTIAN
KEWIRAUSAHAAN
Secara harfiah
Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an
akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait
dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan
bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula
diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan
bisnis.
Dalam bahasa Inggris wirausaha
adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard
Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who
buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu
yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan
definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum
banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan,
dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari
berbagai sumber :
Harvey
Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup
kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan
perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi
dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Penrose (1963)
: Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem
ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial
berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.
Frank Knight (1921) : Wirausahawan
mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan
wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang
worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar
seperti pengarahan dan pengawasan.
B. TUJUAN
KEWIRAUSAHAAN.
Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah
negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan
penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat
ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar
0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret
2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi maka tidaklah mengherankan
apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negeara
tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%,
Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya
Amerika Serikat yang hampir 13% penduduknya menjadi wirausahawan.
Maka dari itu,
dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan
membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau
mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak
hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat
nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan
perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk
meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang
kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.
Mengapa dengan
semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara
tersebut ?, jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang
memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar
dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan
apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau
bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk
menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat
minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi.
Mari kita lihat
contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi
mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam
hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar
benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan
pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di
bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal
tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar
global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa
negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa
kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat
martabat suatu bangsa dikancah internasional.
Selanjutnya ditinjau
dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang
dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang
yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya
relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang
diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar
negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional
secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan
anggaran semakin meningkat.
Dari beberapa
dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa
kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum
meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara,
dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara
Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu
diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang
dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas.
C. Teori
Kewirausahaan
Seiring
berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai
macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori
kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Neo Klasik
Teori ini
memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen
(individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan
sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari
variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk
menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat
tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum
begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk
melahirkan teori-teori berikutnya.
2. Kuzerian Entrepreneur
Dalam teori
Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya,
kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya
suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.
Dari berbagai
disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang
mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha
disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan
melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian
mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai
macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan
nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya
menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina
dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan
menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan
dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut saya teori ini lebih
menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk
berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih
besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha
yang diperolehnya.
Yang terakhir
adalah teori perilaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan
dalam mengorganisasikan suatu usaha, memanaje keuangan dan hal-hal terkait,
membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan
pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.
D. HAKIKAT
PENTING KEWIRAUSAHAAAN.
- Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis
- Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda
- Kewirausahaan adalah proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan
- Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha dan perkembangan usaha
- Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan sesuatu yang berbeda yang bermanfaat memberikan nilai lebih
- Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
E. OBJEK STUDY
KEWIRAUSAHAAN.
Objek studi kewirausahaan adalah
nilai-nilai dan kemampuan seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku.
Menurut Soparman Soemahamidjaja (dalam Suryana, 2009:4) bahwa kemampuan
seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi:
- Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha. Dalam merumuskan tujuan hidup/usaha tersebut perlu perenungan, koreksi yang kemudian berulang-ulang di baca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemauannya
- Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala
- Kemampuan untuk berinisiatif yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif
- Kebiasaan berinisiatif yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan piranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat.
- Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
- Kemampuan untuk mengukur waktu dan membiasakn diri untuk selalu tepat waktu dalam segala hal tindakannya melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan
- Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama
- Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun yang menyajikan.
Label:
Ekonomi
19:41
Menteri Kominfo Louncing Bantuan Sejuta Domain Untuk Koperasi dan UMKM Jawa Timur
Written By tpq-rm.blogspot.com on Sabtu, 28 Mei 2016 | 19:41
Puncak Peringatan Hari Kebangkinan Nasional Ke-108 tahun 2016 yang dipusatkan di Kota Surabaya, rangkaian peringatan diwarnai dengan launching bantuan sejuta domain bagi UMKM dan lembaga pendidikan serta lembaga sosial. Kegiatan tersebut merupakan sebagai upaya kebangkitan teknologi dan informasi di era digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam launching Program 1 Juta Domain Gratis UMKM di Jawa Timur di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Jumat (20/5) mengatakan, di era digital ini informasi telekomuikasi dan kemajuan teknologi berperan sebagai salah satu faktor penting dan strategis dalam menunjang dan meningatkan daya saing ekonomi suatu bangsa.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dalam launching Program 1 Juta Domain Gratis UMKM di Jawa Timur di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Jumat (20/5) mengatakan, di era digital ini informasi telekomuikasi dan kemajuan teknologi berperan sebagai salah satu faktor penting dan strategis dalam menunjang dan meningatkan daya saing ekonomi suatu bangsa.
Untuk menjadi layanan telekomunikasi yang berkualitas bagi masyarakat, dibutuhkan sinergi pembangunan telekomunikasi antara pemerintah, penyelenggara telekomunikasi dan masyarakat. Salah satu peran pemerintah adalah memfasilitasi kebijakan bagi penyelenggara telekomunikasi dalam hal kemudahan perizinan, investasi, dan pengaturan, serta menghilangkan perijinan yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Eddy Santoso menambahkan, era digital saat ini, pertumbuhan UMKM sangat membantu dengan hadirnya layana internet, yang merupakan bagian dari layanan telekomunikasi seluler. Dengan diberikannya domain gratis bagi UMKM akan semakin mendorong kemajuan e-commerce, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, dengan hadirnya mobile phone yang dilengkapi dengan teknologi mobile internet 4G-LTE yang mendukung layanan broadband internet kecepatan tinggi, juga akan semakin mempermudah pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.
Direktur e-business Kementerian Kominfo, Azhar Hasyim Azhar Hasyim menceritakan, selain domain gratis, nantinya juga akan di berikan pelatihan-pelatihan untuk melengkapinya. Rentang waktu dari domain gratis ini adalah 1 tahun, yang nantinya setelah itu di harapkan penerima program ini sudah bisa maju dan mandiri.
Program ini di harapkan bisa menekan adanya investasi ilegal yang sangat marak terjadi, saat ini potensi pendapatan dari e-commerce Indonesia termasuk tinggi, yaitu 160 triliyun pertahun. Hingga saat ini terdapat tiga provinsi yang siap dengan layanan program ini yakni Jawa Timur, Yogjakarta dan Jawa Barat. Pada tiga provinsi itu, sebanyak 20.000 domain telah dialokasikan dan sampai saat ini 10.000 permintaan domain sudah masuk.
Rencananya, setiap provinsi sementara akan menerima 5000 domain untuk tahap awal dari 330.000 domain yang disiapkan untuk 20 provinsi. Setiap provinsi memiliki kesempatan mendapatkan alokasi lebih, jika pada provinsi lain serapannya lambat. “Kalau Jatim ingin dapat alokasi lebih banyak, kita tunggu aja bagaimana pembagian domain di provinsi lain,” katanya.
Hasyim menambahkan, hingga saat ini total anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah untuk program ini mencapai Rp 80 miliar untuk 330.000 domain. “Program ini akan terus ditingkatkan menyesuaikan kesiapan pelaku pasar dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Kepala Diskop dan UMKM Jatim, I Made Sukartha mengatakan, program ini akan mempermudah masyarakat untuk memasarkan produknya. “Pelaku UMKM bisa mendaftarkan langsung ke kantor kami atau bisa melalui website kami," katanya.
Para pelaku UMKM bisa mendownload formulir pendaftaran melalui link berikut dan bisa mengirimkan kembali melalui email kami dan UMKM yang akan mendapatkan prioritas nantinya adalah UMKM yang memiliki produk unggulan. Selain domain, nantinya akan membentuk tim yang akan mendampingi proses penjualan produk UMKM secara online.
Di Jatim saat ini memiliki 6,8 juta pelaku UMKM by name by addres. Sebagian besar mereka memiliki produksi unggulan yang siap dipasarkan secara online. “Kalau misalkan program ini pengalokasiannya siapa cepat dia dapat, pastinya satu juta domain akan habis hanya untuk pelaku UMKM di Jatim,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Eddy Santoso menambahkan, era digital saat ini, pertumbuhan UMKM sangat membantu dengan hadirnya layana internet, yang merupakan bagian dari layanan telekomunikasi seluler. Dengan diberikannya domain gratis bagi UMKM akan semakin mendorong kemajuan e-commerce, sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, dengan hadirnya mobile phone yang dilengkapi dengan teknologi mobile internet 4G-LTE yang mendukung layanan broadband internet kecepatan tinggi, juga akan semakin mempermudah pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya.
Direktur e-business Kementerian Kominfo, Azhar Hasyim Azhar Hasyim menceritakan, selain domain gratis, nantinya juga akan di berikan pelatihan-pelatihan untuk melengkapinya. Rentang waktu dari domain gratis ini adalah 1 tahun, yang nantinya setelah itu di harapkan penerima program ini sudah bisa maju dan mandiri.
Program ini di harapkan bisa menekan adanya investasi ilegal yang sangat marak terjadi, saat ini potensi pendapatan dari e-commerce Indonesia termasuk tinggi, yaitu 160 triliyun pertahun. Hingga saat ini terdapat tiga provinsi yang siap dengan layanan program ini yakni Jawa Timur, Yogjakarta dan Jawa Barat. Pada tiga provinsi itu, sebanyak 20.000 domain telah dialokasikan dan sampai saat ini 10.000 permintaan domain sudah masuk.
Rencananya, setiap provinsi sementara akan menerima 5000 domain untuk tahap awal dari 330.000 domain yang disiapkan untuk 20 provinsi. Setiap provinsi memiliki kesempatan mendapatkan alokasi lebih, jika pada provinsi lain serapannya lambat. “Kalau Jatim ingin dapat alokasi lebih banyak, kita tunggu aja bagaimana pembagian domain di provinsi lain,” katanya.
Hasyim menambahkan, hingga saat ini total anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah untuk program ini mencapai Rp 80 miliar untuk 330.000 domain. “Program ini akan terus ditingkatkan menyesuaikan kesiapan pelaku pasar dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Kepala Diskop dan UMKM Jatim, I Made Sukartha mengatakan, program ini akan mempermudah masyarakat untuk memasarkan produknya. “Pelaku UMKM bisa mendaftarkan langsung ke kantor kami atau bisa melalui website kami," katanya.
Para pelaku UMKM bisa mendownload formulir pendaftaran melalui link berikut dan bisa mengirimkan kembali melalui email kami dan UMKM yang akan mendapatkan prioritas nantinya adalah UMKM yang memiliki produk unggulan. Selain domain, nantinya akan membentuk tim yang akan mendampingi proses penjualan produk UMKM secara online.
Di Jatim saat ini memiliki 6,8 juta pelaku UMKM by name by addres. Sebagian besar mereka memiliki produksi unggulan yang siap dipasarkan secara online. “Kalau misalkan program ini pengalokasiannya siapa cepat dia dapat, pastinya satu juta domain akan habis hanya untuk pelaku UMKM di Jatim,” ujarnya.
Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur
01:36
Rupiah Melemah 103 Poin
Written By tpq-rm.blogspot.com on Jumat, 20 Mei 2016 | 01:36
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore melemah 103 poin menjadi Rp13.490 dibandingkan posisi sebelumnya pada Rp13.387 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, mengatakan bahwa dolar AS menguat menyusul peluang kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (Fed fund rate) pada Juni kembali terbuka setelah risalah pertemuan Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) pada April lalu menunjukkan keinginan pengetatan moneter.
"Dolar AS langsung menguat tajam merespon berita itu bersamaan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury," katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan dolar AS juga turut menekan harga minyak mentah dunia, akibatnya berdampak pada komoditas lainnya sehingga mempengaruhi mata uang penghasil komoditas.
Terpantau, harga minyak mentah dunia jenis WTI pada Kamis (19/5) sore berada di posisi 47,23 dolar AS per barel, melemah 1,99 persen dan Brent di level 47,83 dolar AS per barel, turun 2,25 persen.
"Kondisi itu membuat ruang pelemahan rupiah cukup terbuka menyusul penurunan harga minyak minyak," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga wait and see terhadap kebijakan Bank Indonesia mengenai tingkat suku bunga acuan (BI rate). Dengan inflasi rendah, perlambatan PDB serta menipisnya defisit transaksi berjalan di kuartal I 2016 bisa menjadi faktor tambahan alasan pemangkasan BI rate.
Analis Monex Investindo Futures Putu Agus menambahkan bahwa penguatan dolar AS kemungkinan bertahan dalam beberapa hari ke depan seiring dengan proyeksi data-data ekonomi AS cenderung membaik.
Ia mengemukakan bahwa indeks aktivitas manufaktur Amerika Serikat wilayah Philadelphia diperkirakan naik menjadi 3,5 di bulan April, dari sebelumnya minus 1,6. Klaim penganguran AS diperkirakan 275.000 atau lebih baik dari pekan sebelumnya 294.000.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (19/5) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.467 dibandingkan level Kamis (18/5) di posisi Rp13.319 per dolar AS.
Sumber : Antara
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, mengatakan bahwa dolar AS menguat menyusul peluang kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (Fed fund rate) pada Juni kembali terbuka setelah risalah pertemuan Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) pada April lalu menunjukkan keinginan pengetatan moneter.
"Dolar AS langsung menguat tajam merespon berita itu bersamaan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury," katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan dolar AS juga turut menekan harga minyak mentah dunia, akibatnya berdampak pada komoditas lainnya sehingga mempengaruhi mata uang penghasil komoditas.
Terpantau, harga minyak mentah dunia jenis WTI pada Kamis (19/5) sore berada di posisi 47,23 dolar AS per barel, melemah 1,99 persen dan Brent di level 47,83 dolar AS per barel, turun 2,25 persen.
"Kondisi itu membuat ruang pelemahan rupiah cukup terbuka menyusul penurunan harga minyak minyak," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga wait and see terhadap kebijakan Bank Indonesia mengenai tingkat suku bunga acuan (BI rate). Dengan inflasi rendah, perlambatan PDB serta menipisnya defisit transaksi berjalan di kuartal I 2016 bisa menjadi faktor tambahan alasan pemangkasan BI rate.
Analis Monex Investindo Futures Putu Agus menambahkan bahwa penguatan dolar AS kemungkinan bertahan dalam beberapa hari ke depan seiring dengan proyeksi data-data ekonomi AS cenderung membaik.
Ia mengemukakan bahwa indeks aktivitas manufaktur Amerika Serikat wilayah Philadelphia diperkirakan naik menjadi 3,5 di bulan April, dari sebelumnya minus 1,6. Klaim penganguran AS diperkirakan 275.000 atau lebih baik dari pekan sebelumnya 294.000.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Kamis (19/5) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.467 dibandingkan level Kamis (18/5) di posisi Rp13.319 per dolar AS.
Sumber : Antara
Label:
Ekonomi
16:45
Nasib Guru Honorer Butuh Perhatian Pemerintah
Written By tpq-rm.blogspot.com on Kamis, 19 Mei 2016 | 16:45
Para guru honorer pun ingin meminta kejelasan dan kepastian diangkat menjadi CPNS. Karena sebagai guru honorer, gaji mereka sangat rendah dan sangat jauh dibawah upah minimum provinsi (UMP). Ada kurang lebih 490 ribu tenaga honorer berbagai macam instansi se-Indonesia yang digaji sangat minim. Masih ada guruhonorer yang sudah mengabdi lama dalam waktu 22 tahun dan hanya digaji Rp90 ribu setiap bulan. Bahkan guru tk bisa mendapatkan upah lebih rendah, hanya Rp50 ribu. Ini sangat jauh dari kesejahteraan. Dengan jumlah gaji yang tidak mencapai upah minimum provinsi (UMP), jangankan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk menutupi ongkos transpo rdari rumah ke sekolah saja tidak bisa. Padahal guru honorer harus melaksanakan tugas mengajar setiap hari, sama seperti guru lainnya yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Setiap karyawan berhak mendapatkan gaji sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) yang berlaku, karena itu merupakan hak bagi para pegawai. Tidak terkecuali seorang guru. Permasalahan mengenai guru honorer setiap tahunnya selalu sama,yaitu upah yang kurang mensejahterakan dan jauh sekali dari upah minimum seharusnya sangatlah tidak manusiawi.
Padahal para guru sangat berjasa bagi pendidikan dan kecerdasan anak bangsa dan seharusnya gaji guru lebih besar mengingat tugas dan tanggung jawab mereka yang sangat berapa. Inilah mungkin mengapa guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Rekrutmen guru honorer seharusnya diberhentikan sementara sebelum persoalan guru honorer yang ada sebelumnya ini sudah diselesaikan.
Kalau tidak, kemungkinan persoalan mengenai guru honorer akan terus berulang tiap tahunnya dan jadi sulit dituntaskan. Pemerintah diminta untuk bisa lebih memperhatikan posisi guru honorer sebagai pendidik terutama dalam hal pemberian gaji. Apalagi kondisi belajar anak sangat tergantung dengan kondisi kerja guru itu sendiri.
Jika guru tidak bekerja dengan kondisi yang baik karena hak-hak dasarnya kurang terpenuhi, maka akan sangat membahayakan nantinya untuk anak-anak bisa mendapatkan kondisi belajar yang berbaik.
Nasib guru-guru honorer masih sangat perlu perhatian lebih. Karena tidak bisa dibayangkan, di kota ibu kota Jakarta saja masih banyak guru honorer yang telah mengabdi cukup lama tetapi gajinya kurang manusiawi, bagaimana nasib guru honorer yang berada di pedalaman. Berapa gaji mereka yang diterima dalam sebulan, mungkinkah cukup untuk membiayai kehidupan mereka dan keluarga mereka dalam sebulan… sungguh miris.
Ungkap salah satu guru honorer Ibu Sugiyarti, seperti dikutip dari Okezone, bahwa bagi guru-guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dalam kesejahteraannya tentu sudah lebih baik. Tapi untuk guru-guru honorer, operator itu kan memang butuh perhatian. Gaji guru honorer sendiri berasal dari dana BOS serta BOP, dan itu jumlahnya sangat terbatas. BOS itu hanya boleh diambil 20 persen. Sehingga, penting untuk memberikan perhatian khusus bagi guru-guru yang berstatus honorer.
Setiap karyawan berhak mendapatkan gaji sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) yang berlaku, karena itu merupakan hak bagi para pegawai. Tidak terkecuali seorang guru. Permasalahan mengenai guru honorer setiap tahunnya selalu sama,yaitu upah yang kurang mensejahterakan dan jauh sekali dari upah minimum seharusnya sangatlah tidak manusiawi.
Padahal para guru sangat berjasa bagi pendidikan dan kecerdasan anak bangsa dan seharusnya gaji guru lebih besar mengingat tugas dan tanggung jawab mereka yang sangat berapa. Inilah mungkin mengapa guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Rekrutmen guru honorer seharusnya diberhentikan sementara sebelum persoalan guru honorer yang ada sebelumnya ini sudah diselesaikan.
Kalau tidak, kemungkinan persoalan mengenai guru honorer akan terus berulang tiap tahunnya dan jadi sulit dituntaskan. Pemerintah diminta untuk bisa lebih memperhatikan posisi guru honorer sebagai pendidik terutama dalam hal pemberian gaji. Apalagi kondisi belajar anak sangat tergantung dengan kondisi kerja guru itu sendiri.
Jika guru tidak bekerja dengan kondisi yang baik karena hak-hak dasarnya kurang terpenuhi, maka akan sangat membahayakan nantinya untuk anak-anak bisa mendapatkan kondisi belajar yang berbaik.
Nasib guru-guru honorer masih sangat perlu perhatian lebih. Karena tidak bisa dibayangkan, di kota ibu kota Jakarta saja masih banyak guru honorer yang telah mengabdi cukup lama tetapi gajinya kurang manusiawi, bagaimana nasib guru honorer yang berada di pedalaman. Berapa gaji mereka yang diterima dalam sebulan, mungkinkah cukup untuk membiayai kehidupan mereka dan keluarga mereka dalam sebulan… sungguh miris.
Ungkap salah satu guru honorer Ibu Sugiyarti, seperti dikutip dari Okezone, bahwa bagi guru-guru yang sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS), dalam kesejahteraannya tentu sudah lebih baik. Tapi untuk guru-guru honorer, operator itu kan memang butuh perhatian. Gaji guru honorer sendiri berasal dari dana BOS serta BOP, dan itu jumlahnya sangat terbatas. BOS itu hanya boleh diambil 20 persen. Sehingga, penting untuk memberikan perhatian khusus bagi guru-guru yang berstatus honorer.
Label:
Ekonomi,
Humaniora,
Pendidikan
09:17
Lulusan perguruan tinggi Indonesia sedang mengalami dilema, sebab gelar ijazah pendidikan tinggi yang mereka raih tak lagi jadi jaminan mudah untuk mendapat pekerjaan. Kesulitan mereka terserap dunia kerja semakin bertambah berat, karena mulai 1 Januari tahun ini mereka juga bersaing dengan tenaga kerja asing dari negara-negara ASEAN sebagai dampak berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
Kenapa Lulusan Perguruan Tinggi Susah Mencari Pekerjaan?
Written By tpq-rm.blogspot.com on Minggu, 15 Mei 2016 | 09:17
Lulusan perguruan tinggi Indonesia sedang mengalami dilema, sebab gelar ijazah pendidikan tinggi yang mereka raih tak lagi jadi jaminan mudah untuk mendapat pekerjaan. Kesulitan mereka terserap dunia kerja semakin bertambah berat, karena mulai 1 Januari tahun ini mereka juga bersaing dengan tenaga kerja asing dari negara-negara ASEAN sebagai dampak berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
Sulitnya lulusan universitas lokal memperoleh pekerjaan sudah terlihat dari angka pengangguran terdidik Indonesia yang meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2014, di Indonesia ada 9,5 persen (688.660 orang) dari total penganggur yang merupakan alumni perguruan tinggi.
Mereka memiliki ijazah diploma tiga atau ijazah strata satu (S-1) . Dari jumlah itu, penganggur paling tinggi merupakan lulusan universitas bergelar S-1 sebanyak 495.143 orang.
Angka pengangguran terdidik pada 2014 itu meningkat dibandingkan penganggur lulusan perguruan tinggi pada 2013 yang hanya 8,36 persen (619.288 orang) dan pada 2012 sebesar 8,79 persen (645.866 orang).
"Tingkat pengangguran terbuka Indonesia berdasarkan pendidikan yang ditamatkan cukup membahayakan," kata mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Djalal, pada Kompas,(27/4/2015).
Menurut Fasli, Indonesia perlu mendesain ulang konsep pendidikan tinggi agar lulusannya mudah diserap industri.
"Apa masih perlu mendidik anak selama empat tahun di perguruan tinggi atau cukup memberikan pelatihan bersertifikat internasional enam bulan agar mereka bisa langsung bekerja di sejumlah negara," ujarnya.
Banyaknya lulusan perguruan tinggi menganggur karena adanya ketimpangan antara profil lulusan universitas dengan kualifikasi tenaga kerja siap pakai yang dibutuhkan perusahaan. Berdasarkan hasil studi Willis Towers Watson tentang Talent Management and Rewards sejak tahun 2014 mengungkap, delapan dari sepuluh perusahaan di Indonesia kesulitan mendapatkan lulusan perguruan tinggi yang siap pakai.
Masih menurut hasil studi itu, semestinya perusahaan tidak sulit mencari tenaga kerja, sebab angka pertumbuhan lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahun selalu bertambah. Sementara itu, angka permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja selalu lebih rendah dari pada jumlah lulusannya.
"Setelah India dan Brasil, Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan pertumbuhan lulusan universitas lebih dari 4 persen dan rata-rata surplus 1.5 persen per tahun. Tapi, perusahaan tetap kesulitan mendapatkan karyawan yang berpotensi tinggi," ujar Consultant Director, Willis Tower Watson Indonesia, Lilis Halim pada diskusi A Taste Of L’oreal, Rabu (20/4/2016).
Susah terserapnya lulusan perguruan tinggi Indonesia karena tidak memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan dan tidak punya critical skill.
"Skill adalah langkah utama memasuki dunia kerja, setelah itu harus punya critical skill jika ingin berkembang dan masuk jajaran manajemen perusahaan," kata Lilis.
Berdasarkan studi itu, Lilis mengatakan bahwa di era digital saat ini lulusan perguruan tinggi harus punya digital skills, yaitu tahu dan menguasai dunia digital. Agile thinking ability - mampu berpikir banyak skenario- serta interpersonal and communication skills - keahlian berkomunikasi sehingga berani adu pendapat.
Terakhir, menurut dia, para lulusan juga harus punya global skills.Skil tersebut meliputi kemampuan bahasa asing, bisa padu dan menyatu dengan orang asing yang berbeda budaya, dan punya sensitivitas terhadap nilai budaya.
Harus bersinergi
Pakar pendidikan Indonesia, Arief Rachman, yang juga jadi panelis dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa kualitas lulusan perguruan tinggi yang tak sesuai kebutuhan dunia industri adalah akibat kesalahan sistem pendidikan Indonesia selama 20 tahun lalu.
"Selama ini mahasiswa hanya disuruh belajar untuk lulus jadi sarjana. Mereka hanya mengejar status bukan proses untuk menjadi sarjana. Akhirnya mereka jadi tak punya pemahaman apa-apa terhadap proses pendidikan yang sudah dilalui," ujarnya.
Arief juga mengajak orang tua, guru dan dosen untuk mengajarkan kepada generasi muda agar tidak takut terhadap perubahan. Ia juga mengkiritik terhadap orang yang kontra dengan perubahan kurikulum pendidikan.
"Jangan takut kurikulum pendidikan berubah, sebab perubahan itu juga untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri dan dunia yang dinamis," kata Arief.
Guru besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga berharap agar pemerintah dan perguruan tinggi bisa mengajak pihak swasta untuk menyusun kurikulum yang tepat bagi perguruan tinggi.
"Kurikulum harus dibentuk juga oleh teman-teman dari swasta, sebab dari swasta kita jadi tahu pengalaman di lapangan dan itu merupakan guru paling hebat bagi mahasiswa," ujarnya.
Sumber : Kompas.com
Label:
Ekonomi,
News,
Pendidikan,
Sosial Budaya









