Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta pengajaran
nilai-nilai Pancasila di sekolah diterapkan sebagai kebiasaan bukan
sekadar pengetahuan yang belum tentu diimplementasikan siswa dalam
kehidupan sehari-hari.
"Kami meminta pengajaran Pancasila bukan sekadar sebagai
pengetahuan tetapi sebagai kebiasaan," kata Anies Baswedan di
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Senin.
Menurut dia, strategi pembiasaan nilai Pancasila itu telah diatur
dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015
yang mengamanatkan penumbuhan budi pekerti berbasis nilai Pancasila
sebagai kebiasaan.
"Dulu kita pernah mengalami ketika Pancasila diajarkan selama 26
jam hanya sebagai pengetahuan, karena itu Pancasila sekadar diketahui
namun tidak dijalankan," kata dia.
Menurut dia, konsep pembiasaan nilai Pancasila itu misalnya dapat diterapkan dalam kegiatan piket kebersihan di sekolah.
"Melalui piket itu anak bisa berlatih bergotong royong, bukan sebagai pengetahuan tapi sebagai kebiasaan," kata Anies.
Selain itu, ia mencontohkan dalam mengajarkan nilai kejujuran,
tentu tidak efektif jika hanya diajarkan hanya sebagai pengetahuan,
melainkan harus melalui proses pembiasaan.
Oleh sebab itu dalam menyambut momentum kelahiran pancasila pada 1
Juni, Anies menekankan agar Pancasila dapat dimaknai sebagai nilai
individual maupun kolektif, serta sebagai kebiasaan bukan sekadar
pengetahuan.
"Bayangkan kita belajar shalat dan berwudhu tentu tidak sekadar
dilakukan di ruang kelas, tetapi diajak bersama-sama shalat, lalu
dilakukan rutin lima waktu sehari, Sehingga anak terbiasa dalam kegiatan
shalat. Demikian juga Pancasila," kata Anies.
Mendikbud Meminta Pancasila di Ajarkan Sebagai Kebiasaan
Written By tpq-rm.blogspot.com on Senin, 30 Mei 2016 | 20:38
Label:
Pendidikan,
Sosial Budaya
