Home » , , , » "Indonesia Dalam Kondisi Darurat"

"Indonesia Dalam Kondisi Darurat"

Written By tpq-rm.blogspot.com on Jumat, 20 Mei 2016 | 11:12

Merebaknya kejahatan dan kriminalitas di Nusantara ini sungguh sangat mengkhwatirkan, Sebelum kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Jepang, di kala itu sangat jelas siapa lawan dan siapa kawan, sehingga lebih mudah mematakan, meski harus banyak nyawa masyarakat pribumi menghilang. Belanda datang ke Nusantara ini dengan misi God, Gold, dan Gospel. Misi untuk menyebarkan keyakinan atau God tentu sudah di lakukan oleh belanda, karena sudah menjajah bangsa ini ratusan tahun lamanya, misi kedua adalah Gold atau emas, yakni ingin menguasai kekayaan alam yang melimpah ruah di negeri ini, dan misi ketiga adalah kekuasaan atau Gospel yang menjadi incaran orang-orang belanda, sehingga sangat jelas bahwa musuh di depan mata. Berbeda dengan jepang yang jauh lebih kejam lagi, yakni ingin mengeruk kekayaan Negara ini dengan cara melakukan Romusa atau populer dengan kerja paksa, dari situlah para pahlawan dan tokoh Nasional terus melakukan perlawanan yang pada akhirnya berbuah manis, yakni pada 17 Agustus 1945 Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

17 Agustus 1945 adalah awal bagi bangsa ini mengenyam kemerdekaan, yang angsung di pimpin oleh Soekarno sebagai presiden pertama di Negeri ini, yang di situlah di sebut dengan orde lama.

Sekilas kita sadari hidup dan kehidupan di Negeri ini tidak lepas dari sejarah yagn melatarbelakanginya, mengingat bangsa ini dengan dinamisasi politik dan kekuasaan, serta kebijakan yang berbeda-beda dalam setiap perubahan pemerintahan, telah memberikan warna tersendiri bagi perjalanannya. Era orde baru yagn dipimpin oleh Presiden Soeharto selama 32 tahun tentu memiliki aspek positi dan negatifnya bagi perjalanan suatu bangsa. Pada tahun 1998 teragedi tri sakti juga telah menelan korban yang cukup banyak, akibat krisis moneter yang melanda bangsa ini, sehingga presiden Soeharto menyerahkan jabatan kepresiden terhadap BJ. Habibi, yang pada waktu itu sebagai wakilnya. Baru tahun 1999 pemilihan langsung terjadi, yang telah mengantarkan K.H. Abdurrahman Wahid dan Megawati sebagai presiden dan wakil presiden, dan kemudian di kenal dengan era reformasi.

Gus Dur panggilan akrab dari K.H. Abdurrahman Wahid merupakan presiden ke-4, dimana situasi dan kondisi bangsa pada saat itu masih cukup rumit. Gus Dur menjabat sebagai presiden kurang lebih hanya 2,5 tahun, dan kemudian di lengserkan oleh Amin Rais yang waktu itu sebagai Ketua MPR RI, dan kemudian kekuasaan tersebut di ganti oleh wakilnya Megawati sebagai Presiden RI ke-5.

"Indonesia dalam kondisi darurat"saat ini perjuangan bangsa ini cukup berat, sebab musuh bukanlah penajajah yang nampak di depan mata, sehingga bisa melawan dengan cepat dan keras dengan perlawanan fisik, tetapi saat ini musuh kita adalah saudara kita sendiri, yang terus berupaya merongrong Nusantara ini dari dalam. Budaya korupsi di Negeri ini masih tinggi, kemudian paham radikalisme, sampai pada aksi terorisme acapkali terjadi dimana-dimana yang sudah banyak menelan korban, disamping itu pula kejahatan seksual yang dilakukan oleh oknum guru, maupun oleh para remaja penigkatannya cukup pesat, dan yang paling berbahaya adalah peredaran Narkoba, pergaulan sek bebas yang bisa menyebabkan terjangkitnya AID/HIV, inilah yang kemudian akan memutus mata rantai pembangunan generasi bangsa yang lebih baik.

Beberapa hal di atas yang kami urai menjadi catatan penting, terutama berkaitan dengan peredaran Narkoba yang telah menjangkiti para kaum muda, sehingga mental dan fisiknya akan rusak, bahkan akan menyebabkan kematian sebelum waktunya.

Di Wilayah ASEAN transaksi Narkoba mencapai Rp.110 Triliun, dan di Indonesia sendiri mencapai Rp. 48 Triliun, hal ini sangat mengkhawtirkan, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat. Posisi Indonesia yang menempati tingkatan paling atas peredaran Narkoba dengan jumlah pecandu mencapai 15.000 orang, sehingga angka kematian akibat kecanduan narkoba berkisar 40 sampai dengan 50 orang perhari, ini sungguh semakin mengkhawatirkan dan tentunya akan memutus mata rantai generasi muda harapan bangsa.

Ditingkat dunia tercatat 234 juta pemakai Jenis Narkoba, dan setiap tahunnya 200.000 nyawa melayang dengan sia-sia.

Dari catatan PBB UNODC, Afganistan, Kolumbia, Maroko dan Myanmar merupakan negara dengan tingkat produsen Narkoba tertinggi di dunia, sehingga perlu di waspadai sejak dini.

Myanmar, Laos, Kamboja, adalah ratunya produsen opium dan heroin di Asia tenggara, dan produksinya mencapai 1.000 Ton pertahun. Opium dan heroin ini kemudian di selundupkan melalui negara Thailand, yang kemudian juga akan di sebarkan, sampai ke Indonesia.

Narkoba dan sejenisnya adalah musuh kita bersama, maka sedini mungkin harus di waspadai, mengingat berbahayanya obat terlarang itu yang bisa mengintai siapa saja, tanpa pandang bulu, umur, maupun status sosial yang meilngkupinya.

Lawan peredaran Narkoba mulai sekarang, Dialah musuh berbahaya dan harus bersama-sama untuk memeranginya. 
Share this article :
Comments
0 Comments

Posting Komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TPQ Raudlotul Muhlisin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger