Focus Group Diskusi (FGD) Putaran IX yang dilaksanakan pada hari kamis, tertanggal 12 Mei 2016, Jam 13.00, bertempat di Harian Pagi memo Timur, mengkaji tentang "Bedah Isolasi Daerah Terpencil Yang Berpotensi Wisata".
FGD Putaran IX yang bekerja sama dengan Indonesian Crisis Centre (ICC), Transparansi Akuntabilitas dan Partisipasi Publik (TrAPP, dihadiri oleh Staff Ahli DPRD Jember Bambang Sunggono, Kepala Perhutani, Ir. Johan, Direktur ICC, Direktur TrAPP, Para LSM, Aktivis HMI, Aktivis, GMNI, Kodim, serta wartawan Memo Timur.
Acara FGD Putaran IX berlangsung kurang lebih dari 3-4 Jam, dengan membahas potensi daerah terpencil dalam konstek pengembangan wisata di daerah jember.
Hasil dari FGD Putaran IX, menghasilkan beberapa ide dan gagasan yang telah kami tuangkan di bawah ini:
Kepada Yth : Bupati Jember
Hal : REKOMENDASI
HASIL DISKUSI FGD IX
Assalamualaikum
Wr. Wb
Atas inisiasi Harian
Pagi Memo Timur, yang menggandeng Indonesian Crisis Center (ICC), Lembaga
Transparansi, Akuntabilitas, dan Partisipasi Publik (TrAPP), dan Lembaga Kajian
Rakyat (LKR), menggelar Focus Group Discussion (FGD), di Aula Kantor Harian Pagi Memo Timur bertema besar
“Membedah Tuntas 22 Janji Bupati Jember” .
Sub topik pada FGD IX
yang digelar Kamis : 12 Mei 2016 adalah :
“Membuka Isolasi Daerah Terpencil
Yang Berpotensi Wisata” .
Diskusi dipandu moderator dan notulen, Isma Hakim
Rahmat, S.TP – Pemred Memo Timur.
Pesertanya adalah Adm Perum Perhutani KPH Jember, Staf Ahli DPRD,
Direktur ICC, HMI, GMNI, rekanan proyek , mahasiswa teknil sipil,
konsultan proyek, (Absensi
peserta terlampir).
Menghasilkan rekomendasi antara lain :
ISI
REKOMENDASI FGD IX
1. Mendesak
kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jember seirama dan sejalan dengan
menghilangkan egosektoral yang terlembaga hingga kepada Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) dalam mengkonsep desain pembangunan dan program kegiatannya.
2. Mendesak
Bupati, melalui Bappekab untuk segera membuat roadmap konsep pembangunan
infrastruktur jalan yang berwawasan menembus dan membuka isolasi daerah
terpencil yang berpotensi wisata.
3. Mendesak
Bupati dan Tim Ahlinya untuk segera melakukan pola komunikasi yang serius,
intens, dan sevisi untuk mendesain tim yang kuat dalam pengembangan roadmap
anggaran membuka isolasi daerah terpencil yang berpotensi wisata.
4. Mendesak
Bupati untuk segera menempatkan tim komunikator secara resmi dalam berbagai
sektor yang akan menjembatani berbagai kelompok agar tidak muncul egosektoral
di masing – masing pihak, dan merombak budaya perilaku ego dan keakuan
berlebihan di masyarakat sehingga tercipta budaya bersama, gotong royong, dan
saling mendukung.
5. Meminta
Bupati mendesain pembangunan infrastruktur secara jelas, membuat roadmap konsep
membangun dari pinggiran dengan kajian
terukur guna menghasilkan multiplier
effect yang komprehensif.
6. Mendesak
Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD untuk menganggarkan publikasi yang memadai
sehingga kesan karut marut tanpa konsep
tidak terjadi, yang berujung agar fungsi fungsi publikasi benar – benar fokus
menyampaikan konsep pembangunan sesuai desain
Bupati.
7. Mendesak
Bupati untuk mengoptimalkan fungsi
kehumasan agar benar – benar berfungsi sebagai corong Pemerintahan secara integral.
8. Mendesak
Bupati menertibkan proyek di lingkungan
Dinas PU Bina Marga baik yang melalui porsedur lelang dan penunjukkan
langsung agar tidak terjadi maraknya
praktik KKN dan terjadinya indikasi keterlibatan orang dekat, keluarga dan kerabat Kepala Dinas yang jelas jelas melanggar
aturan.
9. Mendesak
Bupati segera menetapkan konsep utuh integral dalam pembangunan jalan, yang
meliputi umur jalan, mekanisme sisa anggaran proyek, konstruksi dan teknik
pembuatan jalan secara cermat dan berumur panjang, serta membuat road map
proyek jalan yang berorientasi membuka isolasi daerah terpencil yang berpotensi
wisata dengan skala prioritas terukur.
Sekian,
Wassalamualaikum Wr Wb
Salam,
Isma Hakim Rahmat, S.TP
Inisiator/Notulen/Moderator
